Skip to main content

Posts

Terjebak dalam Frame "Istilah"

"Dasar Batak!!!" "Namanya juga orang Padang, pintar dagang" "Alaahh Jokowi itu kan antek aseng, Cina" "Mana ada Islam Nusantara itu, Islam itu Islam yang diturunkan pada Rasulullah saw" Batak, Padang, Cina, Arab, Nusantara dan lain-lain, begitu lah Istilah yang seringkali kita dengar, kita sebut di kehidupan kita sehari-hari. Atas dasar ketidaktahuan, kebencian, perasaan, kita terjebak dalam istilah-istilah yang kita jeneralisir, kita sama ratakan semua, hanya untuk kesenangan, kepuasan, gampangnya kita aja. Saya sendiri pun sama. Cuma saya berdoa dan berusaha agar saya diberi pengetahuan dan pencerahan agar menjadi tahu. Terlahir dan besar di kota Medan itu merupakan suatu anugerah keragaman. Banyak suku, agama disini. Gak pernah bentrok. Kalau ibukota itu Jakarta tempat berkumpulnya segala macam suku bangsa disana. Medan pun sama, potret kecilnya ibukota. Tidak ada bahasa Medan disini, semua berkomukasi dengan bahasa Indonesia bukan bahas...

Jiwa-jiwa Yang Sakit - 3

Di penghujung Ramadhan ini, sepertinya banyak yang gagal nih mensucikan dirinya, menghapus dosa-dosanya, instrospeksi dirinya. Jelang Lebaran ini pula, kita larut dalam suasana politik, hashtag-hastag atau tagar-tagar baper, terbawa perasaan makin kuat membenam di hati kita. Masalah Tol bikinan Jokowi ramai diperbincangkan. Kita seperti anak TK. Kalau dulu Gus Dur menyindir bahwa Anggota Dewan, DPR, terhormat seperti anak TK, sindiran itu mengena sekali ke anak bangsa saat ini, karena mereka wakil kita. Kita lah yang seperti anak TK itu, childish. Kita sahut-sahutan jelek-jelekin orang lain. Baper. Yang gak suka Jokowi jangan lewat Tol Jokowi. Eh besoknya muncul, mana ada Tol buatan Jokowi. Yang bikin Perusahaan milik Sandiaga Uno. Sejak dulu tidak ada yang klaim Tol Soeharto, Tol SBY, kok sekarang malah ada Tol Jokowi. Trus dilanjut dengan Jalan Tol itu dibuat dengan uang Rakyat, APBN. Diperjelas lagi dengan Pelajaran Bahasa Indonesia, mana ada Tol Jokowi, itu hanya ungkapan seperti K...

Jiwa-jiwa Yang Sakit - 2

Ngabuburit sambil cari-cari jajanan buat buka puasa ramadan itu sungguh mengasyikkan. Penganan masa kecil, nostalgia, yang langka, yang unik seringkali muncul di saat bulan puasa. Aneka ragam makanan minuman mulai dari yang ringan hingga yang berat dijajakan di pinggir jalan atau di lokasi-lokasi tertentu di tiap kota. Bahkan di beberapa tempat bukan hanya kuliner yang dijual, fashion, asesoris, gadget, agen motor mobil ikut meramaikan dagangan jelang buka puasa, seru, ramai, semua merasakan kebahagian berkah ramadan hehehe. Yaa begitulah keunikan negeri ini di saat bulan puasa tiba. Semua bahagia. Berdagang adalah profesi yang mulia dalam Islam. Buktinya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sendiri adalah pedagang dan beliau memuji serta mendoakan para pedagang yang jujur. Melihat banyaknya aktivitas perdagangan terutama usaha-usaha kecil menunjukkan bahwa ekonomi di daerah tersebut hidup. Kita jangan melulu melihat berapa keuntungan yang didapat mereka, apakah cukup buat hidup ap...

Jiwa-jiwa Yang Sakit - 1

Dalam berteman yang namanya senda gurau, bercanda, berantem itu adalah hal biasa. Sering kita ledek-ledekan, tersinggung, marah, trus besoknya baikan lagi. Itu hal lumrah. Berantem sampai ngeselin sekalipun, bahkan sampai maki-maki lalu beberapa lama kemudian baikan lagi, juga hal biasa. Begitulah berteman, baik di lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, kampus, bahkan kantor. Kita pasti mengalami hal demikian. Sering kita terbawa emosi, tidak bisa menjaga perasaan, kita menyakiti perasaan teman atau saudara kita, atau memang teman kita itu baperan, mudah tersinggung, gampang merajuk, lalu marah. Namun beberapa waktu kemudian baikan lagi, bercanda lagi, kompak lagi. Namun dari sebegitu banyak kisah pertemanan, ada orang-orang yang berprilaku aneh. Beberapa orang ini punya sifat yang senang membuat susah orang lain. Jika Anita berteman dengan Tesi dan Rubi seperti orang kebanyakan. Namun Anita ntah dengan alasan apa, selalu menyusahkan Tesi. Kisah-kisah seperti bawang putih bawang mer...

Jangan Lupa Bahagia

Lupa? Bahagia bisa lupa ya? Ternyata bisa lho.. Mosok sehhh.. Iya karena tekanan. Tekanan opo toh.. Tekanan jiwa. Tekanan jiwa yang disebabkan oleh beban kerja, lingkungan yang ga kondusif, baik lingkungan kerja, lingkungan bertetangga atau lingkungan keluarga. Sehingga menjalani hidup itu terasa berat sekali dan selalu dituntut oleh target-target, pengen tampak sempurna, jaim, pengen dipuja, disisi lain menjadi beban berat untuk menggapainya. Bahagia itu Sedehana Anda bisa menarik bibir anda ke kiri dan kanan alias tersenyum itu sudah merupakan bagian dari bahagia. Gak terpaksa. Lepas. Dan berasal dari dalam jiwa anda merasakan sesuatu yang bisa bikin anda tersenyum itu. Jadi kalau ada istilah "Bahagia itu Sederhana" ya emang benar. Masalahnya yang sederhana itu pun seringkali sulit kita dapatkan. Alih-alih mau memberi surprise pada atasan anda, tapi karena kusutnya pikiran atasan anda, anda malah dapat respon yang jutek, nyebelin, nyakitin hati, alih-alih mau berbagi ...

Menyontek.. Ya silahkan..

Pasti kebanyakan kita menolak dengan pernyataan diatas. Menyontek, ya tidak boleh. Dilarang. Tapi saya punya pendapat berbeda. Bukan berarti saya rajanya nyontek. Hasil yang saya dapatkan sekarang dari pekerjaan menyontek. Tapi pernyataan tersebut saya pahami setelah mendapatkan hasil yang berbeda untuk setiap orang. Bahwasanya, tidak ada hubungan menyontek dengan hasil akademik. Maka, yang mau saya katakan dan tekankan disini adalah: Bekerjasama lah! Saling bantu lah! Tolong menolong lah! Jangan pelit dengan ilmu! Tidak akan menjadi fakir ilmu ketika anda memberikan ilmu kepada Teman atau orang lain. Dan tidak serta merta juga teman atau orang yang anda beri ilmu itu menjadi paham, dan pintar. Tidak hehe.. Tapi kalau Menyontek saat ujian itu tidak saya anjurkan. Saya larang, kecuali open book. Karena ya itu tadi sekalipun ujiannya open book, sama persis jawaban 1-3 anak atau bahkan satu kelas sama tidak berarti nilai anda sama semua. Pasti ada penilaian atau bobot lain yang membe...

Ngobrol dengan Organ

Apaan sih, judulnya kok aneh banget. Organ piano maksudnya? Organ tunggal hehe atau organ tubuh? Ya tepatnya organ tubuh. What.. Aneh.. Ya mungkin terkesan aneh kalau kita berbicara dengan jantung, ngobrol dengan telinga atau memarahi kaki kita. Tapi kalau anda percaya atau bisa merasakan, sedikit peka dan punya sense, sebenarnya hal itu tidaklah mengherankan. Mungkin ranahnya ini masuk ke permasalahan alam bawah sadar, seperti yang pernah atau sering kita dengar dengan hypnotis, hypnoselling, hypnotherapy dan sebagainya. Ceritanya begini, pulang kerja di akhir minggu, kepala saya pusing, seperti biasanya hal ini seringnya disebabkan oleh angin yang bersarang di tubuh atau tepatnya kepala saya. Mungkin dalam dunia medis sebagian dokter gak mengenal istilah masuk angin. Ya sutralah, kalau saya kenalnya ya masuk angin, pegel-pegel, sakit perut, pusing dan sakit kepala, kemungkinan besar saya masuk angin. Nah, Jumat itu saya dikerok istri saya dan hasilnya merah sekali, dan setelahnya pa...