Skip to main content

Jangan Lupa Bahagia


Lupa? Bahagia bisa lupa ya? Ternyata bisa lho.. Mosok sehhh.. Iya karena tekanan. Tekanan opo toh.. Tekanan jiwa. Tekanan jiwa yang disebabkan oleh beban kerja, lingkungan yang ga kondusif, baik lingkungan kerja, lingkungan bertetangga atau lingkungan keluarga. Sehingga menjalani hidup itu terasa berat sekali dan selalu dituntut oleh target-target, pengen tampak sempurna, jaim, pengen dipuja, disisi lain menjadi beban berat untuk menggapainya.

Bahagia itu Sedehana
Anda bisa menarik bibir anda ke kiri dan kanan alias tersenyum itu sudah merupakan bagian dari bahagia. Gak terpaksa. Lepas. Dan berasal dari dalam jiwa anda merasakan sesuatu yang bisa bikin anda tersenyum itu. Jadi kalau ada istilah "Bahagia itu Sederhana" ya emang benar. Masalahnya yang sederhana itu pun seringkali sulit kita dapatkan. Alih-alih mau memberi surprise pada atasan anda, tapi karena kusutnya pikiran atasan anda, anda malah dapat respon yang jutek, nyebelin, nyakitin hati, alih-alih mau berbagi kebahagiaan eeh malah kekesalan yang didapat. Itu lah yang sering kita hadapi terutama masyarakat yang tinggal di kota-kota besar.
Bangun tidur, sudah mendapati kondisi yang menjengkelkan, pembantu di rumah lupa menyeterika baju seragam. Lalu anak telat bangun, mulailah buru-buru antar ke sekolah, jelas macet toh berangkat ke kantor, tensi mulai naik. Sampai di kantor, telat absen, stres kecil muncul. Lalu atasan minta bahan rapat, ternyata belum kelar, agak pitam, dan seterusnya dan sebagainya. Jika setiap hari anda berhadapan dengan keadaan seperti itu, bagaimana anda bisa bahagia.
Lalu bagaimana kita menjaga agar tetap bahagia? Hargailah diri anda. Ya diri anda sendiri. Puji lah diri anda jika berhasil menyelesaikan tugas. Sukses presentasi. Beli es krim untuk mengapresiasi jika anda lulus ujian SIM. Belikan kue kecil sepulang kerja untuk anak dan istri anda. Itu trigger untuk tetap membuat anda tetap bahagia. Sering-seringlah tersenyum atas apa yang anda rasakan. Karena semua kondisi itu terjadi atas ijin Tuhan. Jika anda dihina orang, jangan kesal, bisa jadi Tuhan mengutus mereka untuk menguji kesabaran anda, senyum aja. Jadi bahagia itu sederhana, yaitu dengan mengapresiasi diri anda sendiri aja sudah cukup. Nah setelah anda terbiasa dengan hal-hal sederhana mulailah menabung untuk piknik.

Bahagia itu Obat Awet Muda
Hidup gak beban itu banyak dicari orang. Tapi bagaimana mau hidup tanpa beban di zaman now, di saat harga-harga kebutuhan mahal, tarif listrik meningkat, BBM dsb itu membebani pendapatan anda. Belum lagi kemacetan, prilaku ugal-ugalan pengendara di jalan, prilaku penumpang komuter yang egois semua memancing emosi anda. Jadi bagaimana anda bisa Bahagia dengan kondisi seperti itu. Ya jalan satu-satunya dengan mengikuti kegiatan ice breaking, outbound, games-games. Orang yang tidak bahagia atau kurang bahagia memang harus mengikuti kegiatan seperti sebagai latihan. Ya latihan. Karena tidak semua orang bisa dengan serta merta menerima perubahan, ada orang yang wajahnya sulit untuk tersenyum. Kondisi ini benar adanya dan banyak kita temui di kehidupan kita sehari-hari. Bahkan pernah difilmkan dengan judul Yes Man yang dibintangi Jim Carrey. Yes Man adalah sebuah film komedi Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2008. Film ini berdasarkan kisah nyata dan buku yang diterbitkan tahun 2005 dan ditulis oleh pelawak Britania Danny Wallace. Bukunya berjudulkan The Yes Man. Daniel Wallace memiliki peran kameo dalam film ini. Film ini menceritakan tokoh Carl Allen yang diperankan oleh Jim Carrey. Carl adalah seorang pemurung yang suka menyendiri dan selalu mengatakan tidak pada kawan-kawannya. Maka pada suatu hari ia mencoba mengatakan "iya" pada setiap permintaan orang dengan segala akibatnya. Bayangkan hanya untuk mengatakan "Ya" saja, Carl berat sekali.

Kita sering ketemu dengan orang seperti Carl, bahkan di acara outbound yang dikemas untuk hepi-hepi sekalipun banyak yang membicarakan pekerjaannya. Oh my.. Benar-benar workaholic sekali mereka. Atau lagi pelesiran dengan keluarga pun mereka masih disibukkan dengan telepon, wa yang menanyakan pekerjaan. Bagaimana mereka bisa bahagia? Yang ada malah stres. Jika anda siang malam mikirin kerjaan, kerjaan mah tidak ada habisnya, bahkan setelah anda pensiun atau meninggal ada orang lain yang melanjutkannya. Jadi bahagiakan diri anda sebelum sakit yang merenggutnya. Bahagia itu membuat panjang umur. Ketika libur ya libur lah, matikan hp anda. Ketika anda outbound, rekreasi ya nikmatilah jangan ngomongin pekerjaan. Saya pernah ketemu atasan yang bangga ketika ia tidak pernah cuti. Bahkan saking bangganya ia bilang saya seminggu melahirkan saja sudah masuk kerja. Helloooo... What the hell is that. Pimpinan kok ga tau arti cuti. Anda tahu tidak makna cuti. Bahkan di beberapa perusahaan Swasta, BUMN, cuti itu dibayar. Tujuannya untuk apa, supaya anda fresh kembali, seperti hp yang direcharge. Siap untuk bekerja kembali dengan pikiran jernih. Dan cuti itu untuk mengecek kinerja anda selama ini. Dengan cuti pekerjaan anda akan dihandle orang lain, dan kita jadi tahu yang kita kerjain selama ini benar atau salah. Kalau salah ya diperbaiki tanpa harus marah. Jadi kalau setelah melahirkan seorang ibu tidak cuti, kasihan sekali bayinya hehe. Ini kejadian nyata di tahun 1990an. Gak cuti kok bangga. Jadi ambil lah cuti anda. Tabung lah duit anda, nikmatilah hidup ini dengan piknik atau rekreasi. Buka mata dan hati anda, ambil inspirasi dari negara atau daerah yang anda kunjungi.

Semoga anda Bahagia
Always be happy guys

Comments

Popular posts from this blog

Guru Corona

Corona mengajariku: Untuk Hidup Sehat , selalu mencuci tangan dengan sabun, bersih-bersih badan, mandi, kalau habis dari luar rumah, apalagi kalau punya bayi, tidak langsung cium, gendong, harus bersih-bersih dulu Untuk Disiplin , untuk bersih memang harus disiplin, karena lengah sedikit, corona pun hadir dan penyakit lain pun datang. Disiplin memang berat tapi semua yang menjalani kegiatan dengan disiplin, apakah itu diet, olah raga, belajar, berlatih pasti membuahkan hasil memuaskan Untuk Tetap Yakin Pada Tuhan . Ilmu Tauhid memang ilmu sulit, menyangkut keyakinan. Tetapi yang perlu dipahami adalah bagaimana seseorang untuk hal-hal negatif, tidak bermanfaat, merugikan bisa begitu yakinnya sedangkan kepada Tuhannya, Allah swt ia tidak yakin, ragu bahkan meninggalkan Nya. Kita lebih percaya judi, pelet, investasi bodong dari pada seruan Tuhan untuk tetap beribadah, istiqamah bersedekah dan seruan kebaikan lainnya Untuk Menjaga Kebersihan . Kebersihan apa saja. Kebersihan diri, ...

KITAB ADAB DAN KESOPANAN (31-40)

Kitab Adab dan Kesopanan Hadits ke-31 Nu'man Ibnu Basyir Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda -dan Nu'man memasukkan dia jarinya ke dalam kedua telinganya-: "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram pun jelas, dan di antara keduanya ada hal-hal yang syubhat yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa menjauhinya, maka ia telah membersihkan agamanya dan kehormatannya dan barangsiapa memasuki syubhat , ia telah memasuki keharaman, seperti halnya penggembala yang menggembala di sekitar batas (tanahnya), tidak lama ia akan jatuh ke dalamnya. Ingatlah bahwa setiap kepemilikan ada batasnya, dan ingatlah bahwa batas Allah ialah larangan-larangan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik seluruh tubuh akan baik jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah dialah hati." Muttafaq Alaihi.  Hadits ke-32 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'a...

KITAB ADAB DAN KESOPANAN (71-80)

Kitab Adab dan Kesopanan Hadits ke-71 Dari Abu Bakar ash-Shiddiq Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang suka menipu, orang kikir, dan orang yang tidak bertanggungjawab terhadap apa yang dimilikinya." Riwayat Tirmidzi. Ia menjadikannya dua hadits dan dalam sanadnya ada kelemahan. Hadits ke-72 Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa mendengarkan pembicaraan suatu kaum, padahal mereka tidak suka hal itu didengar, pada hari kiamat kedua telinganya akan dituangi anuk -yakni:timah." Riwayat Bukhari. Hadits ke-73 Dari Anas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Berbahagialah orang yang tersibukkan dengan aibnya, sehingga ia tidak memperhatikan aib orang lain." Riwayat Al-Bazzar dengan sanad hasan. Hadits ke-74 Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ...