Skip to main content

Jiwa-jiwa Yang Sakit - 1

Dalam berteman yang namanya senda gurau, bercanda, berantem itu adalah hal biasa. Sering kita ledek-ledekan, tersinggung, marah, trus besoknya baikan lagi. Itu hal lumrah. Berantem sampai ngeselin sekalipun, bahkan sampai maki-maki lalu beberapa lama kemudian baikan lagi, juga hal biasa. Begitulah berteman, baik di lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, kampus, bahkan kantor. Kita pasti mengalami hal demikian. Sering kita terbawa emosi, tidak bisa menjaga perasaan, kita menyakiti perasaan teman atau saudara kita, atau memang teman kita itu baperan, mudah tersinggung, gampang merajuk, lalu marah. Namun beberapa waktu kemudian baikan lagi, bercanda lagi, kompak lagi.

Namun dari sebegitu banyak kisah pertemanan, ada orang-orang yang berprilaku aneh. Beberapa orang ini punya sifat yang senang membuat susah orang lain. Jika Anita berteman dengan Tesi dan Rubi seperti orang kebanyakan. Namun Anita ntah dengan alasan apa, selalu menyusahkan Tesi. Kisah-kisah seperti bawang putih bawang merah di sinetron banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Apabila Tesi meminjam sesuatu ke Anita, ia selalu menolak, menghindar atau tidak memberikannya. Tetapi jika Rubi yang meminjam, Anita dengan senang hati memberikannya.

Hal ini pun sering kita temui dalam kehidupan pekerjaan kita di kantor. Ketika seseorang dari bagian tertentu meminta kertas, kebutuhan kantor atau uang operasional atau kebutuhan lainnya, maka teman kita yang punya wewenang dengan hal tersebut menolaknya dengan alasan apa pun. Tetapi jika teman lain dari bagian lain yang memintanya, dengan surat resmi atau lisan, langsung dipenuhi permintaannya. Banyak juga kita temui orang-orang di kantor ini yang memiliki sifat yang aneh. Kalau kita meminjam istilah SMS, orang-orang seperti ini akan merasa Senang Melihat orang Susah dan Susah jika Melihat orang lain Senang. Tidak dimanapun dan kapan pun kita pasti bertemu dengan orang atau teman seperti ini. Inilah karakter manusia dengan jiwa yang sakit. Ada sifat dengki berkarat dihatinya.
Anita akan merasa bangga dan berjasa ketika Rubi berterima kasih atau ditolongnya sementara Anita pun akan senang ketika dia bisa menghambat Tesi, membuat Tesi sulit meskipun itu temannya sendiri. Bahkan di beberapa keadaan, kita temui bagaimana seseorang bangga sekali bisa memberikan Tas, Kaos, Topi yang didapatnya dari kantor bila memberinya kepada teman atau tetangganya. Mereka bisa-bisanya mengambil jatah dan hak orang lain untuk diberikan ke orang yang kira-kira akan memberikanya pujian, sanjungan. Sungguh aneh. Tapi itu terjadi dan banyak diantara saudara dan teman kita yang seperti itu.

Jiwa-jiwa yang sakit ini hanya bisa diobati dengan Doa dan keinginan kuat dari mereka untuk mengubah prilakunya. Tetapi yang terjadi adalah sangat jarang mereka menyadari, mengakui prilakunya tersebut. Adapun jika ada temannya yang menegurnya, kamu kok gitu sih sama dia. Selalu dan pasti dijawab, halah biarin aja, hah dia ini, dia mampu kok, aah dia ga butuh-butuh amat kok, dia mah biasa digituin, oh dia aja ga marah kok kamu yang sewot.

Semoga momentum Ramadhan ini bisa menyadarkan kita untuk menyembuhkan jiwa-jiwa kita yang sakit.

Comments

Popular posts from this blog

Guru Corona

Corona mengajariku: Untuk Hidup Sehat , selalu mencuci tangan dengan sabun, bersih-bersih badan, mandi, kalau habis dari luar rumah, apalagi kalau punya bayi, tidak langsung cium, gendong, harus bersih-bersih dulu Untuk Disiplin , untuk bersih memang harus disiplin, karena lengah sedikit, corona pun hadir dan penyakit lain pun datang. Disiplin memang berat tapi semua yang menjalani kegiatan dengan disiplin, apakah itu diet, olah raga, belajar, berlatih pasti membuahkan hasil memuaskan Untuk Tetap Yakin Pada Tuhan . Ilmu Tauhid memang ilmu sulit, menyangkut keyakinan. Tetapi yang perlu dipahami adalah bagaimana seseorang untuk hal-hal negatif, tidak bermanfaat, merugikan bisa begitu yakinnya sedangkan kepada Tuhannya, Allah swt ia tidak yakin, ragu bahkan meninggalkan Nya. Kita lebih percaya judi, pelet, investasi bodong dari pada seruan Tuhan untuk tetap beribadah, istiqamah bersedekah dan seruan kebaikan lainnya Untuk Menjaga Kebersihan . Kebersihan apa saja. Kebersihan diri, ...

KITAB ADAB DAN KESOPANAN (31-40)

Kitab Adab dan Kesopanan Hadits ke-31 Nu'man Ibnu Basyir Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda -dan Nu'man memasukkan dia jarinya ke dalam kedua telinganya-: "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram pun jelas, dan di antara keduanya ada hal-hal yang syubhat yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa menjauhinya, maka ia telah membersihkan agamanya dan kehormatannya dan barangsiapa memasuki syubhat , ia telah memasuki keharaman, seperti halnya penggembala yang menggembala di sekitar batas (tanahnya), tidak lama ia akan jatuh ke dalamnya. Ingatlah bahwa setiap kepemilikan ada batasnya, dan ingatlah bahwa batas Allah ialah larangan-larangan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik seluruh tubuh akan baik jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah dialah hati." Muttafaq Alaihi.  Hadits ke-32 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'a...

KITAB ADAB DAN KESOPANAN (71-80)

Kitab Adab dan Kesopanan Hadits ke-71 Dari Abu Bakar ash-Shiddiq Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang suka menipu, orang kikir, dan orang yang tidak bertanggungjawab terhadap apa yang dimilikinya." Riwayat Tirmidzi. Ia menjadikannya dua hadits dan dalam sanadnya ada kelemahan. Hadits ke-72 Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa mendengarkan pembicaraan suatu kaum, padahal mereka tidak suka hal itu didengar, pada hari kiamat kedua telinganya akan dituangi anuk -yakni:timah." Riwayat Bukhari. Hadits ke-73 Dari Anas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Berbahagialah orang yang tersibukkan dengan aibnya, sehingga ia tidak memperhatikan aib orang lain." Riwayat Al-Bazzar dengan sanad hasan. Hadits ke-74 Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ...