Skip to main content

Posts

Guru Corona

Corona mengajariku: Untuk Hidup Sehat , selalu mencuci tangan dengan sabun, bersih-bersih badan, mandi, kalau habis dari luar rumah, apalagi kalau punya bayi, tidak langsung cium, gendong, harus bersih-bersih dulu Untuk Disiplin , untuk bersih memang harus disiplin, karena lengah sedikit, corona pun hadir dan penyakit lain pun datang. Disiplin memang berat tapi semua yang menjalani kegiatan dengan disiplin, apakah itu diet, olah raga, belajar, berlatih pasti membuahkan hasil memuaskan Untuk Tetap Yakin Pada Tuhan . Ilmu Tauhid memang ilmu sulit, menyangkut keyakinan. Tetapi yang perlu dipahami adalah bagaimana seseorang untuk hal-hal negatif, tidak bermanfaat, merugikan bisa begitu yakinnya sedangkan kepada Tuhannya, Allah swt ia tidak yakin, ragu bahkan meninggalkan Nya. Kita lebih percaya judi, pelet, investasi bodong dari pada seruan Tuhan untuk tetap beribadah, istiqamah bersedekah dan seruan kebaikan lainnya Untuk Menjaga Kebersihan . Kebersihan apa saja. Kebersihan diri, ...

Kunci Sukses dengan Mengenali Diri

Seringkali saya tersenyum geli sendiri melihat beberapa orang yang sudah berumur kepala 4, 5 bahkan 6 masih seperti abg yang mencari jati diri. Dia mengidolakan seseorang persis seperti abg yang kegandrungan artis pujaan hatinya. Hari ini share-share, membagikan berita, link cerita, ngomongin kebaikan, hebatnya Presiden Turki, Erdogan. Lepas itu musim kampanye dia membelok mengidolakan Prabowo dan kini menyanjung-nyanjung idola barunya, Anies Baswedan. Sejatinya anak baru gede itu mengidolakan pujaannya dengan memimpikan kehidupannya bakal seperti sang idola. Ia bakal berpenampilan dimirip-miripin artis tersebut. Memotong rambutnya, memakai pakaian dan asesorisnya, gaya berjalan dan bicaranya, mengikuti apa yang disukai, hobi sang artis dengan harapan bisa ganteng, cantik, sukses seperti sang idola. Lha kalau abg tua kepala 4 masih berpikir seperti itu kan lucu. Salah? Ya tentu tidak. Cuma ketika anda mencapai umur 40-50an kurva hidup anda harusnya sudah mencapai puncaknya. Ah, kurva p...

Mudah Tersinggung

Urusan perasaan memang sulit menghadapinya. Untunglah ada akal yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk mengendalikan hati yang mudah berubah-ubah. Pada hewan dan tanaman ada juga ditemukan beberapa yang mudah tersinggung, ngambek, seperti tanaman yang tidak mau berbuah ketika dipindah ke pot atau tempat yang lain atau ayam atau burung yang tidak mau bertelur ketika stres dipindah kandangnya atau ditukar jenis makanannya. Untuk hewan dan tanaman paling sebatas itu saja yang bisa kita temui, atau paling banter sebatas urusan makanan, tak lebih dari itu. Dan seringkali kita temui ketika hewan-hewan itu cukup makan, kenyang, dia malah tidak terusik sama sekali sama mangsanya meskipun itu berada disampingnya sekalipun. Itu lah binatang. Tetapi manusia. Makhluk unik ciptaan Tuhan ini beda dari yang lain. Mulai dari lahir hingga menjelang ajal tiba, urusan perasaan sangat rumit. Dari bayi sering kita temukan, saat makan saja, beda jenis makanan, ngambek, makan tanpa musik atau siaran tv te...

BPJS Niatkan Sedekah Aja

Whaattt?? Gile lu ndro.. !! Yaa demikian lah polemik yang berkembang akhir-akhir ini kita dengar bahwa iuran BPJS diusulkan naik sekitar 2x lipat. Berita yang sebelum-sebelumnya kita ikuti bahwa BPJS mengalami kerugian mencapai 16,5 triliun rupiah di tahun 2018. Untuk menutupi defisit ini, Menteri Keuangan mengusulkan untuk menaikkan iuran. DPR sepertinya menyetujui kenaikan tersebut untuk kelas I dan II tapi tidak untuk kelas III. Kita lihat nanti bagaimana penyelesaian BPJS yang terus merugi tersebut. Kita selama ini taunya hanya mengeluh dan mengeluh saja tentang bagaimana buruknya pelayanan BPJS. Tidak dilayani, tidak dianggap, dianaktirikan oleh layanan kesehatan yaitu puskesmas dan rumah sakit. Sebenarnya ini masalahnya, masyarakat tau gak sih, paham ga sih, ini masalah layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit atau BPJSnya? BPJS itu kan asuransi jaminan kesehatan. Artinya kita mengasuransikan diri kita (walaupun secara paksa) untuk mendapatkan layanan kesehatan. Sama...

Mikir itu Jangan Terbolak Balik

Pahamlah saya sekarang mengapa dulu ada pelajaran Logika yang masuk dalam bagian pelajaran Matematika, memang saat belajar dulu mikirnya kok ribet, jalan pikiran kita dibolak balik. Andi laki-laki, Andi berkumis. Ina perempuan maka Ina tidak berkumis. Ayam adalah hewan berkaki dua. Manusia berkaki dua. Manusia bukan hewan. Kira-kira seperti-seperti itu lah pelajaran yang kita dapati dulu dan ini menjadi bagian ujian psikologi ketika kita mau masuk ke perguruan tinggi, masuk ke perusahaan dan mengikuti asesmen ketika sudah menjadi pegawai. Karena Logika Berpikir itu Memang Penting. Mengapa?  Karena saat ini, sering sekali dijumpai, orang-orang yang asbun, asjep, asal bunyi, asal jeplak, seperti kentut. Lepas tanpa rem. Orang lain yang dengar suaranya dan cium baunya hehe. Teringat saat kebetulan Jumatan di Terminal Kampung Rambutan beberapa tahun silam. Khatib di mesjid kecil itu dengan entengnya bilang, "saya pikir yang namanya Pasar Bebas itu kita bebas ambil apa saja di pasar l...

STOP Membeda-bedakan Orang

Sadar tidak sadar seringkali ucapan kita, prilaku kita, gestur kita membeda-bedakan keadaan atau orang lain. Item dikit teman kita, kita tidak mau semobil dengannya. Gaya berpakaian tetangga kita yang menurut kita kampungan aja kita gak mau duduk dekat dengannya, bahkan kalau ada yang sarapan roti kita langsung bilang sarapan bule, kek orang barat nih, seperti meninggikan bule, bangsa barat, sepertinya makanan lokal, sarapan Indonesia lebih rendah atau tidak lebih bergizi dibandingkan makan roti. Walaupun ini hanya sekadar bercanda, ucapan belaka, tetapi tersirat unsur membeda-bedakan makanan, teman dan tetangga kita. Kita seringkali menuduh bahkan mengatakan bahwa bangsa barat cenderung rasis seperti merendahkan orang negro, pendatang dari mexico, bahkan kejadian yang masih hangat terjadi saat ini ketika Presiden AS, Donald Trump, meski tidak menyebut nama secara langsung, dalam kicauannya di twitter Trump meminta sejumlah anggota kongres yang dianggap warga keturunan lebih baik angk...

Warisan Terbesar Dari Orang Tua

Sore itu aku mengambil kue martabak kecil, mirip crepes dari sepupuku yang datang ke rumah. Ternyata dia beli cuma 1 buat dia saja haha aseemm. Dia menawarkan martabak manis yang besar. Ah biasa, untuk crepes ini emang agak jarang dijual di pasar, kebanyakan martabak manis biasa, kue pancung dan lainnya. Sepupuku bilang oh dia sukanya yang tipis ya, crepes itu maksudnya. Iya, persis ayahnya kata mamaku hehe. Sekejap aku terperanjat. Oh ternyata ayahku dulu begitu toh waktu mudanya. Maklum aku sudah 20 tahun meninggalkan kota ini, Medan, kota kelahiranku. Baru 4 tahun ini, sejak ayah sakit menjelang kepergiannya aku pulang kampung dan menetap disini. Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya Selama 4 tahun ini banyak hal yang membuatku terperanjat. Apa yang menjadi kebiasanku, menjadi hobiku, yang sering kulakukan selama ini tak lepas dari kesukaan, kebiasaan dan kelakuan orang tuaku. Ketika sabtu, minggu, liburan ada waktu lowong untuk mengurus tanaman, mamaku bilang seperti ayahku. Suatu k...

Terjebak dalam Frame "Istilah"

"Dasar Batak!!!" "Namanya juga orang Padang, pintar dagang" "Alaahh Jokowi itu kan antek aseng, Cina" "Mana ada Islam Nusantara itu, Islam itu Islam yang diturunkan pada Rasulullah saw" Batak, Padang, Cina, Arab, Nusantara dan lain-lain, begitu lah Istilah yang seringkali kita dengar, kita sebut di kehidupan kita sehari-hari. Atas dasar ketidaktahuan, kebencian, perasaan, kita terjebak dalam istilah-istilah yang kita jeneralisir, kita sama ratakan semua, hanya untuk kesenangan, kepuasan, gampangnya kita aja. Saya sendiri pun sama. Cuma saya berdoa dan berusaha agar saya diberi pengetahuan dan pencerahan agar menjadi tahu. Terlahir dan besar di kota Medan itu merupakan suatu anugerah keragaman. Banyak suku, agama disini. Gak pernah bentrok. Kalau ibukota itu Jakarta tempat berkumpulnya segala macam suku bangsa disana. Medan pun sama, potret kecilnya ibukota. Tidak ada bahasa Medan disini, semua berkomukasi dengan bahasa Indonesia bukan bahas...

Jiwa-jiwa Yang Sakit - 3

Di penghujung Ramadhan ini, sepertinya banyak yang gagal nih mensucikan dirinya, menghapus dosa-dosanya, instrospeksi dirinya. Jelang Lebaran ini pula, kita larut dalam suasana politik, hashtag-hastag atau tagar-tagar baper, terbawa perasaan makin kuat membenam di hati kita. Masalah Tol bikinan Jokowi ramai diperbincangkan. Kita seperti anak TK. Kalau dulu Gus Dur menyindir bahwa Anggota Dewan, DPR, terhormat seperti anak TK, sindiran itu mengena sekali ke anak bangsa saat ini, karena mereka wakil kita. Kita lah yang seperti anak TK itu, childish. Kita sahut-sahutan jelek-jelekin orang lain. Baper. Yang gak suka Jokowi jangan lewat Tol Jokowi. Eh besoknya muncul, mana ada Tol buatan Jokowi. Yang bikin Perusahaan milik Sandiaga Uno. Sejak dulu tidak ada yang klaim Tol Soeharto, Tol SBY, kok sekarang malah ada Tol Jokowi. Trus dilanjut dengan Jalan Tol itu dibuat dengan uang Rakyat, APBN. Diperjelas lagi dengan Pelajaran Bahasa Indonesia, mana ada Tol Jokowi, itu hanya ungkapan seperti K...

Jiwa-jiwa Yang Sakit - 2

Ngabuburit sambil cari-cari jajanan buat buka puasa ramadan itu sungguh mengasyikkan. Penganan masa kecil, nostalgia, yang langka, yang unik seringkali muncul di saat bulan puasa. Aneka ragam makanan minuman mulai dari yang ringan hingga yang berat dijajakan di pinggir jalan atau di lokasi-lokasi tertentu di tiap kota. Bahkan di beberapa tempat bukan hanya kuliner yang dijual, fashion, asesoris, gadget, agen motor mobil ikut meramaikan dagangan jelang buka puasa, seru, ramai, semua merasakan kebahagian berkah ramadan hehehe. Yaa begitulah keunikan negeri ini di saat bulan puasa tiba. Semua bahagia. Berdagang adalah profesi yang mulia dalam Islam. Buktinya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam sendiri adalah pedagang dan beliau memuji serta mendoakan para pedagang yang jujur. Melihat banyaknya aktivitas perdagangan terutama usaha-usaha kecil menunjukkan bahwa ekonomi di daerah tersebut hidup. Kita jangan melulu melihat berapa keuntungan yang didapat mereka, apakah cukup buat hidup ap...

Jiwa-jiwa Yang Sakit - 1

Dalam berteman yang namanya senda gurau, bercanda, berantem itu adalah hal biasa. Sering kita ledek-ledekan, tersinggung, marah, trus besoknya baikan lagi. Itu hal lumrah. Berantem sampai ngeselin sekalipun, bahkan sampai maki-maki lalu beberapa lama kemudian baikan lagi, juga hal biasa. Begitulah berteman, baik di lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, kampus, bahkan kantor. Kita pasti mengalami hal demikian. Sering kita terbawa emosi, tidak bisa menjaga perasaan, kita menyakiti perasaan teman atau saudara kita, atau memang teman kita itu baperan, mudah tersinggung, gampang merajuk, lalu marah. Namun beberapa waktu kemudian baikan lagi, bercanda lagi, kompak lagi. Namun dari sebegitu banyak kisah pertemanan, ada orang-orang yang berprilaku aneh. Beberapa orang ini punya sifat yang senang membuat susah orang lain. Jika Anita berteman dengan Tesi dan Rubi seperti orang kebanyakan. Namun Anita ntah dengan alasan apa, selalu menyusahkan Tesi. Kisah-kisah seperti bawang putih bawang mer...

Jangan Lupa Bahagia

Lupa? Bahagia bisa lupa ya? Ternyata bisa lho.. Mosok sehhh.. Iya karena tekanan. Tekanan opo toh.. Tekanan jiwa. Tekanan jiwa yang disebabkan oleh beban kerja, lingkungan yang ga kondusif, baik lingkungan kerja, lingkungan bertetangga atau lingkungan keluarga. Sehingga menjalani hidup itu terasa berat sekali dan selalu dituntut oleh target-target, pengen tampak sempurna, jaim, pengen dipuja, disisi lain menjadi beban berat untuk menggapainya. Bahagia itu Sedehana Anda bisa menarik bibir anda ke kiri dan kanan alias tersenyum itu sudah merupakan bagian dari bahagia. Gak terpaksa. Lepas. Dan berasal dari dalam jiwa anda merasakan sesuatu yang bisa bikin anda tersenyum itu. Jadi kalau ada istilah "Bahagia itu Sederhana" ya emang benar. Masalahnya yang sederhana itu pun seringkali sulit kita dapatkan. Alih-alih mau memberi surprise pada atasan anda, tapi karena kusutnya pikiran atasan anda, anda malah dapat respon yang jutek, nyebelin, nyakitin hati, alih-alih mau berbagi ...

Menyontek.. Ya silahkan..

Pasti kebanyakan kita menolak dengan pernyataan diatas. Menyontek, ya tidak boleh. Dilarang. Tapi saya punya pendapat berbeda. Bukan berarti saya rajanya nyontek. Hasil yang saya dapatkan sekarang dari pekerjaan menyontek. Tapi pernyataan tersebut saya pahami setelah mendapatkan hasil yang berbeda untuk setiap orang. Bahwasanya, tidak ada hubungan menyontek dengan hasil akademik. Maka, yang mau saya katakan dan tekankan disini adalah: Bekerjasama lah! Saling bantu lah! Tolong menolong lah! Jangan pelit dengan ilmu! Tidak akan menjadi fakir ilmu ketika anda memberikan ilmu kepada Teman atau orang lain. Dan tidak serta merta juga teman atau orang yang anda beri ilmu itu menjadi paham, dan pintar. Tidak hehe.. Tapi kalau Menyontek saat ujian itu tidak saya anjurkan. Saya larang, kecuali open book. Karena ya itu tadi sekalipun ujiannya open book, sama persis jawaban 1-3 anak atau bahkan satu kelas sama tidak berarti nilai anda sama semua. Pasti ada penilaian atau bobot lain yang membe...

Ngobrol dengan Organ

Apaan sih, judulnya kok aneh banget. Organ piano maksudnya? Organ tunggal hehe atau organ tubuh? Ya tepatnya organ tubuh. What.. Aneh.. Ya mungkin terkesan aneh kalau kita berbicara dengan jantung, ngobrol dengan telinga atau memarahi kaki kita. Tapi kalau anda percaya atau bisa merasakan, sedikit peka dan punya sense, sebenarnya hal itu tidaklah mengherankan. Mungkin ranahnya ini masuk ke permasalahan alam bawah sadar, seperti yang pernah atau sering kita dengar dengan hypnotis, hypnoselling, hypnotherapy dan sebagainya. Ceritanya begini, pulang kerja di akhir minggu, kepala saya pusing, seperti biasanya hal ini seringnya disebabkan oleh angin yang bersarang di tubuh atau tepatnya kepala saya. Mungkin dalam dunia medis sebagian dokter gak mengenal istilah masuk angin. Ya sutralah, kalau saya kenalnya ya masuk angin, pegel-pegel, sakit perut, pusing dan sakit kepala, kemungkinan besar saya masuk angin. Nah, Jumat itu saya dikerok istri saya dan hasilnya merah sekali, dan setelahnya pa...