Skip to main content

Harga Surga Naik

Seiring meningkatnya Harga Kebutuhan Pokok, Harga Surga pun kini merangkak naik. Ya, Naik. Kemarin selama satu bulan penuh, Ramadhan, Surga menggelar Big Sale. Pahala diberikan hingga 700 kali lipat dari biasanya. Hanya orang-orang tertentu lah, yang rajin browsing, yang rajin shopping, yang banyak dapat info lah yang bisa memenangkan Pahala-pahala tersebut. Tetapi banyak juga mereka-mereka yang cuek, masa bodoh, tidak peduli, meskipun tawaran-tawaran menarik telah diberikan, telah disampaikan ke hadapan mereka. Ntah mereka tidak tertarik, tidak berminat, ada pilihan menarik lainnya, tidak tahu atau merasa masih ada kesempatan lagi untuk mendapatkannya di lain waktu. Ntah lah.

Kini Big Sale telah usai, kemungkinan akan diadakan tahun depan sebagaimana agenda tahunan yang telah berlangsung sejak dulu. Tetapi semua tergantung Sang Pemilik hajatan, Alloh swt. Kita sih cuma berharap Beliau masih memberikan Hadiah-hadiah Menariknya, Festival Meriahnya di tahun mendatang. Kita berdoa selalu agar Tuhan tidak menutup agenda ini. Saat ini Harga telah kembali normal. Ada beberapa orang yang mendapatkan Jackpot, Doorprize dan hadiah khusus lainnya. Tapi tak banyak mereka-mereka yang mengatakan bahwa harga surga telah naik. Karena tingginya peminat, mereka bersaing untuk mendapatkannya. Tak sedikit yang bilang mereka gagal, merugi, penjualan sepi, dimutasi jabatannya, digeser orang lain, keluarga berantakan, anak terjerat narkoba, dilanda bencana dan sebagainya. Mereka telah berupaya sekuat tenaga tetapi mereka merasa Alloh swt tak memberikan apa-apa, tak membagikan berkahnya, tak memberi karunianya bahkan menutup surganya. Mahal kata mereka.

Dalam hidup, dibutuhkan modal. Seiring dengan Modal tentulah semua usaha ada resikonya. Modal kecil dapat Hasil kecil tentu lah resikonya kecil dan sebaliknya. Ini sudah hukum alam. Ketentuan kodrati. Hal ini yang sering tidak kita pahami. Dalam merebut Surga, mendapatkan Ridho Alloh pun demikian. Kita yang punya duit receh, berharap Jackpot dapat pahala Haji, emang ente siapa? Apa yang kira-kira bisa membuat kita mendapatkan keberuntungan tersebut. Rasanya mustahil ketika kita hanya punya pancing kecil dan umpan cacing berharap mendapat ikan paus. Jaring besar dan kekuatan besar lah yang bisa menjaringnya.

Demikian pula dengan Ridho Alloh yang dikonversikan dalam bentuk keberkahan dan pahala di surga. Apa mungkin hanya sholat hari raya, anda bisa duduk-duduk manis, ngopi-ngopi bersama Baginda Rosululloh saw nanti di surga. Apa mungkin dengan sholat seminggu sekali di hari Jumat, kita bisa kongkow-kongkow bersama Nabi Ibrahim a.s di taman firdaus kelak. Ya mungkin lah, jika Anda orang terpilih yang mendapatkan Doorprize.

Bagaimana kita kita yang amalannya cetek begini. Ada guru yang bilang, "ketika kamu fokus pada pekerjaanmu, maka kesuksesan dalam pekerjaanmu pasti akan kamu raih". Demikian pula ketika kamu banting tulang siang malam tekun dan bersungguh-sungguh dalam mencari uang, maka kekayaan dan uang melimpah pasti dan pasti akan kamu dapatkan. Tetapi pernahkah kita berpikir, kenapa kita tidak bersungguh-sungguh mengejar Ridho Alloh swt ? Bukankah Tuhan yang menjadi pengendali dari semuanya. Pemegang Hak Milik dari Pekerjaan dan Harta Kekayaan umat manusia. Kenapa tidak kita kejar, kita dekati Alloh swt? Maka dari itu kita ubah mindset, pola pikir kita saat ini, " Yuk kita kejar Alloh swt" Ketika Alloh swt sudah kita pegang, kita dekat, kita jadikan beking hidup kita, bukan hanya pekerjaan dan kekayaan, kebahagiaan, kesehatan, dan semua yang ada di dunia ini bisa kita dapatkan, bahkan Istana di surga dengan berbagai fasilitas dan akses kongkow-kongkow bersama para nabi dan rasul serta orang VIP dalam Islam bisa kita dapatkan.

Ah omong kosong. Bualan apa lagi ini. Cerita gak nyambung. Big Sale Surga dan Harga Naik. Tetapi orang-orang yang berkata demikian sebenarnya hanya membutuhkan waktu sesaat saja untuk merenung. Bahkan mungkin 1-2 menit saja. Coba Anda bayangkan, Pendiri Facebook itu mendonasikan hartanya triliunan untuk orang-orang yang menbutuhkan bahkan untuk penderita kanker, tetapi ia bukannya miskin malah bertambah kaya. Banyak orang-orang soleh lainnya yang sering kita cibir kerjanya mengaji melulu, ibadah melulu tapi kehidupannya bahagia, anaknya lulus sekolah tingi semua, bisnisnya lancar, tiap tahun umroh. Sementara kita begini-begini saja.

Lalu bagaimana jika kita telah 'klik' dengan hasil perenungan kita tadi. Iya ya, kalau kita dekat dengan Tuhan kita, apa pun bisa kita dapatkan. Maka dari itu jadikan setiap nafas kita ini, detak jantung kita ini bernilai ibadah. Jangan pernah buruk sangka dengan Alloh swt. Warnai hari kita selalu memujiNya, berserah diri padaNya, bercanda bersenda gurau denganNya. Puji kekasihnya, Baginda Rosululloh saw. Berikan ribuan sholawat harian padanya.

Jangan hanya mengerjakan yang wajib, fardhu. Lakukan yang sepele, yang sunnah-sunah, karena itu lah Jackpot Pahala sebenarnya. Ketika kita merasa apa yang kita lakuka  tidak ada hasilnya sebenarnya kita kurang meningkatkan insting, indera perasa kita saja. Kita lupa kalau kita tidak terlambat datang ke kantor padahal keadaan di jalan macet berat, itu sebenarnya sudah buah pertolongan dari dzikir kita. Kita kebagian tiket konser padahal di loket-loket sudah ludes terjual itu juga hasil tahajud kita. Orang tua kita dinyatakan bebas penyakit yang seharusnya dioperasi adalah buah hasil sedekah kita. Sebenarnya kita kurang merasa, kurang peka dan satu lagi kurang merenung, tafakur dan instrospeksi diri. Hal-hal sekecil ini jangan dianggap sepele. Bulu mata jatuh sehelai pun atas izin Alloh swt apalagi kita terhindar kecelakaan, terpeleset tapi tidak kenapa napa, sakit tapi tidak parah, jalan jauh tapi tidak lelah, dapat tiket murah, masuk sekolah favorit, hasil kebun melimpah ruah, dsb dst itu semua atas izin dan ridho Alloh swt.

Jadi sudah paham kan kata kuncinya. Berapa pun mahalnya Harga Surga pasti bisa kita beli dengan amal ibadah rutin dan khusyuk kita hanya semata-mata karena Alloh swt. Tidak ada yang namanya ria, pamer untuk ibadah dan dakwah. Karena urusan hati yang tau hanyalah diri kita dan Alloh swt. Biarkan orang lain berkata ente pamer, kamu sombong, sok ustad, ria ibadah lu. Tapi kalau niatmu semata-mata melakukannya karena kecintaanmu pada Sang Khalik. Biarkan mereka semua berkata apa. Hanya dirimu dan kekasihmu yaitu Tuhanmu lah yang tau.

Biarkan mereka bergunjing sementara orang-orang soleh sibuk memperbaiki amalan mereka. Orang bule sudah sampai ke bulan kita masih sibuk dengan masalah bidah, qunut dsb. Banyak buku, kitab, bacalah, pelajari, karena disana lah petunjuk2 mendapatkan Big Sale dari Alloh swt bisa kita dapatkan

Semahal apa pun surga bisa kau dapatkan ketika Pemiliknya sudah mencintaimu

Comments

Popular posts from this blog

Guru Corona

Corona mengajariku: Untuk Hidup Sehat , selalu mencuci tangan dengan sabun, bersih-bersih badan, mandi, kalau habis dari luar rumah, apalagi kalau punya bayi, tidak langsung cium, gendong, harus bersih-bersih dulu Untuk Disiplin , untuk bersih memang harus disiplin, karena lengah sedikit, corona pun hadir dan penyakit lain pun datang. Disiplin memang berat tapi semua yang menjalani kegiatan dengan disiplin, apakah itu diet, olah raga, belajar, berlatih pasti membuahkan hasil memuaskan Untuk Tetap Yakin Pada Tuhan . Ilmu Tauhid memang ilmu sulit, menyangkut keyakinan. Tetapi yang perlu dipahami adalah bagaimana seseorang untuk hal-hal negatif, tidak bermanfaat, merugikan bisa begitu yakinnya sedangkan kepada Tuhannya, Allah swt ia tidak yakin, ragu bahkan meninggalkan Nya. Kita lebih percaya judi, pelet, investasi bodong dari pada seruan Tuhan untuk tetap beribadah, istiqamah bersedekah dan seruan kebaikan lainnya Untuk Menjaga Kebersihan . Kebersihan apa saja. Kebersihan diri, ...

KITAB ADAB DAN KESOPANAN (31-40)

Kitab Adab dan Kesopanan Hadits ke-31 Nu'man Ibnu Basyir Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda -dan Nu'man memasukkan dia jarinya ke dalam kedua telinganya-: "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram pun jelas, dan di antara keduanya ada hal-hal yang syubhat yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa menjauhinya, maka ia telah membersihkan agamanya dan kehormatannya dan barangsiapa memasuki syubhat , ia telah memasuki keharaman, seperti halnya penggembala yang menggembala di sekitar batas (tanahnya), tidak lama ia akan jatuh ke dalamnya. Ingatlah bahwa setiap kepemilikan ada batasnya, dan ingatlah bahwa batas Allah ialah larangan-larangan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik seluruh tubuh akan baik jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah dialah hati." Muttafaq Alaihi.  Hadits ke-32 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'a...

KITAB ADAB DAN KESOPANAN (91-100)

Kitab Adab dan Kesopanan Hadits ke-91 Dari Abu Darda' Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa membela kehormatan saudaranya tanpa sepengetahuannya, Allah akan menjaga dirinya dari api neraka pada hari kiamat." Hadits hasah riwayat Tirmidzi. Hadits ke-92 Ada hadits serupa riwayat Ahmad dari Asma' Binti Yazid. Hadits ke-93 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Suatu sedekah tidak akan mengurangi harta, Allah tidak akan menambah kepada seorang hamba yang suka memberi maaf kecuali kemuliaan, dan seseorang tidak merendahkan diri karena Allah kecuali Allah mengangkat orang tersebut." Riwayat Muslim. Hadits ke-94 Dari Abdullah Ibnu Salam bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Wahai manusia, sebarkanlah ucapan salam, hubungkanlah tali kekerabatan, berilah makanan, dan sholatlah pada waktu malam ke...