Skip to main content

Ketika Berbohong, Kamu Sebenarnya Sedang Menyakiti Tubuhmu Sendiri

Sudahkah kamu berbohong hari ini? Kalau belum, bagus. Artinya kamu masih sayang sama tubuhmu sendiri. Karena pada dasarnya berbohong membuatmu menghadapi kehancuran-kehancuran kecil dari otak sampai hati. Masih nggak setuju kalau berbohong itu nggak baik bagi kesehatan? Setelah baca artikel ini dijamin kamu nggak akan kepingin berbohong, sekalipun hanya white lies, apalagi bohong untuk menutupi kebohongan lainnya.

Setiap orang rata-rata berbohong satu sampai dua kali sehari. Nggak cukup sampai di situ saja, rata-rata tiap orang juga punya alasan buat melegitimasi kebohongannya. Misalnya, "Mending aku bohong daripada menyakiti hati dia,". Atau "Daripada aku yang kena masalah,”. Apapun alasannya, berbohong itu nggak baik. Bukan hanya untuk kehidupan sosial dan buruk bagi orang yang dibohongi, berbohong justru malah merugikan orang yang mengucapkan kebohongan itu sendiri.
Ketika bibirmu baru saja mengucapkan kebohongan, tubuh melepas kortisol ke otak. Kortisol adalah hormon yang menyediakan energi dan mengendalikan stress. Kortisol hanya akan dilepas ketika tubuh dalam stress baik fisik maupun emosional. Artinya, ketika kamu berbohong, tubuh merasa stress dan mengirim sinyal ke otak berupa hormon kortisol.

Segera setelah kamu berbohong, otak akan kembali mengingat mana fakta-fakta yang benar dan mana yang berupa kebohongan. Artinya otak harus bekerja lebih keras. Ketika kamu harus mengambil keputusan yang berkaitan dengan kebohongan itu, otak kembali harus mempertimbangkan hal yang seharusnya mudah jadi sulit karena mengulangi proses pemisahan antara fakta dan kebohongan. Ini terjadi dua hingga sepuluh menit setelah kebohonganmu terucap.

Selanjutnya, kamu jadi takut ketahuan. Karena khawatir, kamu akan mencoba menutupi kebohongan tersebut dengan bersikap lebih ramah atau lebih baik ke orang lain. Atau kamu mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa kamu berbohong kan gara-gara mereka, bukan salahmu. Keduanya sama-sama meningkatkan stress dan membuat kamu lebih emosional. Menutupi dan menyembunyikan sesuatu itu sulit, 'kan?

Pernah mendengar istilah pathological lying? Ini adalah fenomena ketika seseorang berbohong untuk menutupi kebohongan lainnya sampai kamu sendiri lupa dan percaya dengan kebohonganmu sendiri. Tingkat keparahannya, kamu bisa sampai berbohong seumur hidup hanya karena satu kali berbohong. Kalau kamu terbiasa dengan pathological lying, ya kamu akan merasa baik-baik aja tapi bakal bohong terus. Kalau nggak terbiasa, kamu mungkin akan mulai merasa nggak enak sama orang yang kamu bohongi dan menghindari bertemu dengannya. Akibatnya, interaksi sosialmu dengan satu orang terputus.

Rasa bersalah yang terus menerus membuat kamu akan sulit tidur. Nggak berhenti di situ saja, pola tidur yang berantakan akan mempengaruhi kesehatanmu. Dari sakit punggung, tekanan darah meningkat, dan bahkan sampai menurunnya sel darah putih, padahal sel darah putih dibutuhkan untuk kekebalan tubuh. Nah kalau sudah begini, kadang-kadang kasusnya jadi parah sampai kecemasan berlebihan atau depresi.

Untuk menghindari atau berhenti dari kebiasaan berbohong, kamu bisa mulai dari berteman dengan orang-orang yang menghargai kebenaran dan kejujuran. Lalu kamu bisa tanyakan kepada diri sendiri, bagaimana rasanya kalau kamu tahu ada seseorang yang dekat denganmu berbohong. Nggak enak dan kamu pasti nggak mau 'kan dibohongin? Pasti butuh waktu untuk menghentikan kebiasaan ini. Ingat-ingat saja selalu bahwa kebenaran yang menyakitkan jauh lebih baik dibandingkan dengan kebohongan yang membuai.

Comments

Popular posts from this blog

Guru Corona

Corona mengajariku: Untuk Hidup Sehat , selalu mencuci tangan dengan sabun, bersih-bersih badan, mandi, kalau habis dari luar rumah, apalagi kalau punya bayi, tidak langsung cium, gendong, harus bersih-bersih dulu Untuk Disiplin , untuk bersih memang harus disiplin, karena lengah sedikit, corona pun hadir dan penyakit lain pun datang. Disiplin memang berat tapi semua yang menjalani kegiatan dengan disiplin, apakah itu diet, olah raga, belajar, berlatih pasti membuahkan hasil memuaskan Untuk Tetap Yakin Pada Tuhan . Ilmu Tauhid memang ilmu sulit, menyangkut keyakinan. Tetapi yang perlu dipahami adalah bagaimana seseorang untuk hal-hal negatif, tidak bermanfaat, merugikan bisa begitu yakinnya sedangkan kepada Tuhannya, Allah swt ia tidak yakin, ragu bahkan meninggalkan Nya. Kita lebih percaya judi, pelet, investasi bodong dari pada seruan Tuhan untuk tetap beribadah, istiqamah bersedekah dan seruan kebaikan lainnya Untuk Menjaga Kebersihan . Kebersihan apa saja. Kebersihan diri, ...

KITAB ADAB DAN KESOPANAN (31-40)

Kitab Adab dan Kesopanan Hadits ke-31 Nu'man Ibnu Basyir Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda -dan Nu'man memasukkan dia jarinya ke dalam kedua telinganya-: "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram pun jelas, dan di antara keduanya ada hal-hal yang syubhat yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa menjauhinya, maka ia telah membersihkan agamanya dan kehormatannya dan barangsiapa memasuki syubhat , ia telah memasuki keharaman, seperti halnya penggembala yang menggembala di sekitar batas (tanahnya), tidak lama ia akan jatuh ke dalamnya. Ingatlah bahwa setiap kepemilikan ada batasnya, dan ingatlah bahwa batas Allah ialah larangan-larangan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik seluruh tubuh akan baik jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah dialah hati." Muttafaq Alaihi.  Hadits ke-32 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'a...

KITAB ADAB DAN KESOPANAN (71-80)

Kitab Adab dan Kesopanan Hadits ke-71 Dari Abu Bakar ash-Shiddiq Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang suka menipu, orang kikir, dan orang yang tidak bertanggungjawab terhadap apa yang dimilikinya." Riwayat Tirmidzi. Ia menjadikannya dua hadits dan dalam sanadnya ada kelemahan. Hadits ke-72 Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa mendengarkan pembicaraan suatu kaum, padahal mereka tidak suka hal itu didengar, pada hari kiamat kedua telinganya akan dituangi anuk -yakni:timah." Riwayat Bukhari. Hadits ke-73 Dari Anas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Berbahagialah orang yang tersibukkan dengan aibnya, sehingga ia tidak memperhatikan aib orang lain." Riwayat Al-Bazzar dengan sanad hasan. Hadits ke-74 Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ...