Skip to main content

KITAB ADAB DAN KESOPANAN (101-110)

Kitab Adab dan Kesopanan
Hadits ke-101
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Allah berfirman: Aku selalu bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak menyebut-Ku." Riwayat Ibnu Majah. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan mu'allaq menurut Bukhari.

Hadits ke-102
Dari Muadz Ibnu Jabal Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Amal yang diperbuat anak Adam tidak ada yang menyelamatkannya dari adzab Allah selain dzikir kepada Allah." Riwayat Ibnu Abu Syaibah dan Thabrani dengan sanad hasan. 



Hadits ke-103
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Suatu kaum tidak duduk dalam suatu tempat untuk berdzikir kepada Allah, kecuali mereka dikelilingi oleh para malaikat dan diliputi rahmat, dan Allah menyebut mereka termasuk orang-orang yang ada di dekat-Nya." Riwayat Muslim.

Hadits ke-104

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidaklah suatu kaum itu duduk di suatu tempat yang tidak digunakan untuk berdzikir kepada Allah dan membaca sholawat Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam kecuali mereka akan ditimpa penyesalan pada hari kiamat." Hadits hasan menurut riwayat Tirmidzi.

Hadits ke-105

Dari Abu Ayyub al-Anshory Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa membaca (artinya = Tidak ada Tuhan Selain Allah, yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya, segala kerajaan dan puji hanya milik-Nya dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sepuluh kali, ia seperti orang yang memerdekakan empat belas orang dari anak Ismail." Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-106

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa membaca (artinya = Maha suci Allah dan aku memuji-Nya) seratus kali, dihapuslah segala dosanya walaupun laksana buih air laut." Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-107
Juwairiyyah Binti al-Harits Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda kepadaku: "Aku telah membaca kalimat, mengiringi ucapanmu, jika ia ditimbang (pahalanya) dengan apa yang engkau baca hari ini akan sama beratnya, yaitu (artinya = Maha suci Allah dan aku memuji-Nya, sebanyak ciptaan-Nya, sejauh ridlo-Nya, seberat timbangan arsy-Nya, dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-Nya)." Riwayat Muslim. 



Hadits ke-108
Dari Abu Said al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Bacaan yang kekal dan baik ialah (artinya = Tidak ada Tuhan selain Allah, Mahasuci Allah, Allah Maha besar, segala puji milik Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah)." Riwayat Nasa'i. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.

Hadits ke-109

Dari Samurah Ibnu Jundab Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah saw bersabda: "Ucapan yang paling disukai Allah itu empat, engkau boleh memulainya dengan kalimat mana saja, yaitu (artinya = Maha suci Allah, segala puji milik Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha besar)." Riwayat Muslim.

Hadits ke-110

Abu Musa al-Asy'ari berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda kepadaku: "Wahai Abdullah Ibnu Qais, maukah aku tunjukkan kepadamu satu simpanan dari beberapa simpanan surga? Yaitu, (artinya = Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah)". Muttafaq Alaihi. Nasa'i menambahkan: "(artinya = Tidak ada tempat berlari dari Allah kecuali kepada-Nya)".

Comments

Popular posts from this blog

KITAB ADAB DAN KESOPANAN (31-40)

Kitab Adab dan Kesopanan Hadits ke-31 Nu'man Ibnu Basyir Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda -dan Nu'man memasukkan dia jarinya ke dalam kedua telinganya-: "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram pun jelas, dan di antara keduanya ada hal-hal yang syubhat yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa menjauhinya, maka ia telah membersihkan agamanya dan kehormatannya dan barangsiapa memasuki syubhat , ia telah memasuki keharaman, seperti halnya penggembala yang menggembala di sekitar batas (tanahnya), tidak lama ia akan jatuh ke dalamnya. Ingatlah bahwa setiap kepemilikan ada batasnya, dan ingatlah bahwa batas Allah ialah larangan-larangan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik seluruh tubuh akan baik jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah dialah hati." Muttafaq Alaihi.  Hadits ke-32 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'a...

Memaknai Toleransi

Sekitar tahun 2010an, ketika masih di Kemenko Perekonomian, kami kebagian tugas melakukan pengawasan penyaluran Kredit Usaha Rakyat di Sulawesi Utara. Kami pun mendatangi Bank BRI dan BSM di Manado. Ketika ngobrol sama Pimpinan Cabang BSM disana banyak hal yang diluar dugaan kami, yang kalau dibawa ke urusan SARA khususnya Agama dan Suku, kita akan terkejut akan hasilnya. Ternyata penyaluran KUR BSM saat itu cukup baik dan respon dari masyarakat Manado yang mayoritas Kristen itu sangat tinggi. Dengan model bagi hasil karena BSM bersifat syariah, ternyata tidak menjadi masalah bagi masyarakat sana untuk mengambil pembiayaan alias kredit istilah bank konvensionalnya. Dari sisi Agama dan Sukunya pun yaa memang dari Agama Kristen dan Suku asli sana, jadi bukan yang seperti kita bayangkan pasti debitur KUR nya muslim dan bukan orang manado, bukan saudara-saudara. Yang mengambil kredit atau pembiayaan dari KUR BSM Manado ya asli orang Manado yang notabene Kristen. Jadi menurut Pimcab BSM san...

BPJS Niatkan Sedekah Aja

Whaattt?? Gile lu ndro.. !! Yaa demikian lah polemik yang berkembang akhir-akhir ini kita dengar bahwa iuran BPJS diusulkan naik sekitar 2x lipat. Berita yang sebelum-sebelumnya kita ikuti bahwa BPJS mengalami kerugian mencapai 16,5 triliun rupiah di tahun 2018. Untuk menutupi defisit ini, Menteri Keuangan mengusulkan untuk menaikkan iuran. DPR sepertinya menyetujui kenaikan tersebut untuk kelas I dan II tapi tidak untuk kelas III. Kita lihat nanti bagaimana penyelesaian BPJS yang terus merugi tersebut. Kita selama ini taunya hanya mengeluh dan mengeluh saja tentang bagaimana buruknya pelayanan BPJS. Tidak dilayani, tidak dianggap, dianaktirikan oleh layanan kesehatan yaitu puskesmas dan rumah sakit. Sebenarnya ini masalahnya, masyarakat tau gak sih, paham ga sih, ini masalah layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit atau BPJSnya? BPJS itu kan asuransi jaminan kesehatan. Artinya kita mengasuransikan diri kita (walaupun secara paksa) untuk mendapatkan layanan kesehatan. Sama...