Skip to main content

Ilmu Pasrah

Tulisan ini dikutip dari FB Saptuari Sugiharto
Hari ini saya belajar ilmu pasrah pada jenazah yang saya sopiri..
Ketika keluar dari RS Sardjito Jogja menuju rumah duka, saya tidak menyalakan sirene terus, Jogja masih terlalu pagi untuk diributkan dengan bunyi sirene, di tiga perempatan ringroad saya memilih mematikan sirine.. Menunggu 1-2 menit lampu merah menjadi hijau baru jalan lagi, jenazah itu pasrah gak komplain untuk buru-buru..
Ketika masuk jalan yang berbatu, ambulance berguncang, badan kami menahan gaya beban, jenazah itu tetap tenaaang telentang di kursi belakang, pasraaah..
Saya yakin kalo AC mobil pun saya matikan, dia tetap tidak komplain seperti penumpang taksi.. Pasraah saja..
Ketika jenazah diturunkan dari ambulance, disambut ibu-ibu yang akan memandikan, jenazah itu juga pasrah, baju dilucuti, aurat terlihat, pasrah tanpa perlawanan...
Selanjutnya jenazah dikafani, memakai baju kebesaran untuk menghadap Tuhan, pun tidak bisa menolak.. diam.. pasraah.. Sampai nanti ditimbun tanah, dan ditinggalkan sendirian..
Jadi jenazah itu level pasrah paling tinggi manusia, dah gak bisa ngapa-ngapain, dah gak bisa komplain..
Selama dijidat masih masih labelnya manusia hidup! Hati ini gampang sekali panas, lelah, jenuh, maunya protes dan komplain terus, dan setan di kanan kiri nyalain kompornya biar makin panas..
Entah sudah berapa puluh kali saya menerima curhatan seperti ini,
"Mas Saya sudah melakukan seperti yang mas Saptu suruh, sholat sudah tepat waktu, tapi bantuan dari Allah tak kunjung datang.. Rasanya saya pengen nambah hutang di tempat lain biar debt colector itu gak datang-datang lagi.."
"Mas, saya capek.. Kayaknya doa saya gak dikabulkan Allah, ibadah sudah saya geber, tapi hutang saya tetep gak lunas-lunas, sampai saya bosan sendiri.."
"Mas Saptu mas enak nulis kayak gitu, hidup itu gak semudah c*oc*otnya para entrepreneur, buat kami yang jadi karyawan, gaji aja pas-pasan buat hidup! Kalo gak ngutang kapan saya bisa punya barang.."
Dan masih banyak keluhan lainnya..
Saya jawabnya enteng saja: "dulu kita ini nunda sholat bertahun-tahun, ibadah bolong-bolong belasan tahun, baru taubat dua bulan sudah ngeluh.. Baru sholat tepat waktu sebulan aja dah nuntut banyak ke Allah.. Emang kita ini gak punya malu ya bro!"
Atau saya jawab begini:
"Coba intropeksi dialog dengan hatimu, mungkin selama ini yang dicari masih solusi, bukan ampunan Allah. Sholat tepat waktu, tapi fokusnya tetap bebas dari debt colector, bukan fokus ke ampunan Allah.. Visinya dah beda, jadinya malah sholatnya gak khusuk, karena wajah debt colectornya yang terus terbayang.."
Ilmu pasrah itu, ketika kita sudah menyerahkan total masalah kita ke Allah... "Wiss pokoke nderek panjenengan duh Gusti Allah.. Manuuut mau apakah saja! Toh aku ini hanya hambaMu, dan Engkau adalah SATU-SATUNYA Tuhanku.. "
Kalau tidak minta dan pasrah PadaMu ya Allah, aku ini mau minta pada siapa?
Dukun berambut gimbal?
Batu sesembahan tanpa kolor?
Punden Berundak?
Sarkofagus?
Karpet ajaib dari pedagang Gujarat?
Fosil Dinosaurus berkawat gigi?
Tetangga saya 12 tahun belum dikaruniai anak, berobat sudah kemana saja.. Ketika memilih pakai ilmu pasrah, doanya makin digenjot tekun, gak lagi itung-itungan 1-2 bulan protes, langsung mbrojol anak lelaki kembar, setahun kemudian lahir 1 lagi anak perempuan..
Tetangga saya yang lain sebelum nikah sudah divonis dokter, "istrimu ini punya kelainan, kalian akan susah punya anak.."
"Wah, dokter ngomong kayak gitu aku panas mas, aku tetep nikah, tiap berdoa aku nangis-nangis, aku pasrahkan Allah totalan yang punya pabrik anak.. Lah, enam bulan kemudian istriku hamil, anakku sekarang sudah dua malah.."
Atau yang ini, hutang kartu kreditnya sudah membuatnya muak! Ingin rasanya berontak!Dengan gagah perkasa dia datang ke bank, sambil ngomong:
"Pak, saya ini sudah bangkrut sebangkrutnya, bapak mau mutus urat nadi saya pun gak ada keluar duitnya! Mau bapak kirim 10 debt colector pun ke rumah tiap hari saya pasrah.. Terserah deh mau diapain aja, silahkan bongkar isi rumah saya, kalau perlu kita umumkan di masjid biar seluruh warga kampung tau dan jadi saksinya.."
Akhirnya malah pihak bank melunak, dibuatkan surat untuk melunasi pokok hutangnya saja, gak ada beban bunga yang ditagihkan.. Wiss ngenessss bank-nya, daripada harus mutus urat nadi orang.. Hehe
Begitulah ilmu pasrah, ketika menyerah, dah angkat tangan pada ketentuan Allah,
justru nanti ketika hati sudah lossss..
Sudah gak ada beban...
Sudah gak kemrungsung..
Sholatnya jadi lebih khusuuuk..
Saatnya Ampunan Allah datang, dan semua masalah akan ketemu solusinya..
Min haitsu la yahtasib (dari jalan yang tidak disangka-sangka)
"Dan MINTALAH pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk.."
[QS Al Baqarah: 45]
Selamat pasrah..
@Saptuari

Comments

Popular posts from this blog

Memaknai Toleransi

Sekitar tahun 2010an, ketika masih di Kemenko Perekonomian, kami kebagian tugas melakukan pengawasan penyaluran Kredit Usaha Rakyat di Sulawesi Utara. Kami pun mendatangi Bank BRI dan BSM di Manado. Ketika ngobrol sama Pimpinan Cabang BSM disana banyak hal yang diluar dugaan kami, yang kalau dibawa ke urusan SARA khususnya Agama dan Suku, kita akan terkejut akan hasilnya. Ternyata penyaluran KUR BSM saat itu cukup baik dan respon dari masyarakat Manado yang mayoritas Kristen itu sangat tinggi. Dengan model bagi hasil karena BSM bersifat syariah, ternyata tidak menjadi masalah bagi masyarakat sana untuk mengambil pembiayaan alias kredit istilah bank konvensionalnya. Dari sisi Agama dan Sukunya pun yaa memang dari Agama Kristen dan Suku asli sana, jadi bukan yang seperti kita bayangkan pasti debitur KUR nya muslim dan bukan orang manado, bukan saudara-saudara. Yang mengambil kredit atau pembiayaan dari KUR BSM Manado ya asli orang Manado yang notabene Kristen. Jadi menurut Pimcab BSM san...

KITAB ADAB DAN KESOPANAN (31-40)

Kitab Adab dan Kesopanan Hadits ke-31 Nu'man Ibnu Basyir Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda -dan Nu'man memasukkan dia jarinya ke dalam kedua telinganya-: "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram pun jelas, dan di antara keduanya ada hal-hal yang syubhat yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa menjauhinya, maka ia telah membersihkan agamanya dan kehormatannya dan barangsiapa memasuki syubhat , ia telah memasuki keharaman, seperti halnya penggembala yang menggembala di sekitar batas (tanahnya), tidak lama ia akan jatuh ke dalamnya. Ingatlah bahwa setiap kepemilikan ada batasnya, dan ingatlah bahwa batas Allah ialah larangan-larangan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik seluruh tubuh akan baik jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah dialah hati." Muttafaq Alaihi.  Hadits ke-32 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'a...

BPJS Niatkan Sedekah Aja

Whaattt?? Gile lu ndro.. !! Yaa demikian lah polemik yang berkembang akhir-akhir ini kita dengar bahwa iuran BPJS diusulkan naik sekitar 2x lipat. Berita yang sebelum-sebelumnya kita ikuti bahwa BPJS mengalami kerugian mencapai 16,5 triliun rupiah di tahun 2018. Untuk menutupi defisit ini, Menteri Keuangan mengusulkan untuk menaikkan iuran. DPR sepertinya menyetujui kenaikan tersebut untuk kelas I dan II tapi tidak untuk kelas III. Kita lihat nanti bagaimana penyelesaian BPJS yang terus merugi tersebut. Kita selama ini taunya hanya mengeluh dan mengeluh saja tentang bagaimana buruknya pelayanan BPJS. Tidak dilayani, tidak dianggap, dianaktirikan oleh layanan kesehatan yaitu puskesmas dan rumah sakit. Sebenarnya ini masalahnya, masyarakat tau gak sih, paham ga sih, ini masalah layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit atau BPJSnya? BPJS itu kan asuransi jaminan kesehatan. Artinya kita mengasuransikan diri kita (walaupun secara paksa) untuk mendapatkan layanan kesehatan. Sama...