Skip to main content

Pekerjaan Sia-sia


Alloh swt berfirman:

وَلاَ تَكُونُواْ كَالَّتِي نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِن بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَاثًا


“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali.” (QS. An Nahl: 92)

Ayat Al Quran tersebut diatas kuat sekali. Seringkali kejadian-kejadian saat ini terjadi persis seperti yang disampaikan ayat tersebut. Maha Benar Alloh atas segala firmannya.

Geli banget rasanya melihat salah satu foto di koran Analisa, Medan, tadi pagi (Kamis, 30 Augustus 2015). Yaah mungkin hari ini pun di beberapa Koran nasional lainnya memberitakan hal serupa. Foto kebakaran hutan dengan orang/pemadam yang berusaha memadamkannya. Bahkan beberapa hari yang lalu foto yang ditampilkan adalah sosok Bupati setempat yang berusaha ikut memadamkannya.

Bulshit semua !

Kejadian-kejadian serupa terulang lagi dan terus berulang tanpa ada solusi. Pembukaan lahan di musim kemarau dengan membakar hutan seolah jalan pintas yang sangat ekonomis. Pemilik lahan dengan cueknya mengabaikan dampak dari pembakaran itu. Polusi, penyakit, hubungan dengan daerah dan negara tetangga diabaikan.

Kebakaran hutan seolah jadi bancakan pemerintah pusat maupun daerah. Bisa dijadikan proyek dengan menggelontorkan Dana untuk pemadaman bahkan dengan membuat hujan buatan yang biayanya mahal. Lagi-lagi masalah hukum yang tidak tegas. Apalagi kalau pelakunya yang sudah ditangkap dapat dengan mudah lepas dan mengulanginya di musim yang akan datang. Seolah sudah melakukan berbagai upaya tetapi kebakaran itu tetap terulang dan terulang lagi. Coba pelakunya dihukum mati, dihukum berat, dicabut ijin usaha perkebunannya, seperti penenggelaman kapal pencuri ikan. Pasti lah orang berpikir ulang untuk melakukannya.

Benarlah ayat diatas menyebutkan seperti wanita yang mengurai kembali Kain yang sudah dirajutnya. Disatu sisi orang kerja keras memadamkan api disisi lain orang sibuk membakarnya. Hampir semua kejadian berlaku keadaan demikian, ada yang membangun, menata, tapi disisi lain ada yang merusaknya demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Ntah sampai kapan mental bangsa ini bisa berubah. Gak pemimpinnya, gak rakyatnya semua egois. Gak memikirkan diri dan nasib orang lain

Comments

Popular posts from this blog

Guru Corona

Corona mengajariku: Untuk Hidup Sehat , selalu mencuci tangan dengan sabun, bersih-bersih badan, mandi, kalau habis dari luar rumah, apalagi kalau punya bayi, tidak langsung cium, gendong, harus bersih-bersih dulu Untuk Disiplin , untuk bersih memang harus disiplin, karena lengah sedikit, corona pun hadir dan penyakit lain pun datang. Disiplin memang berat tapi semua yang menjalani kegiatan dengan disiplin, apakah itu diet, olah raga, belajar, berlatih pasti membuahkan hasil memuaskan Untuk Tetap Yakin Pada Tuhan . Ilmu Tauhid memang ilmu sulit, menyangkut keyakinan. Tetapi yang perlu dipahami adalah bagaimana seseorang untuk hal-hal negatif, tidak bermanfaat, merugikan bisa begitu yakinnya sedangkan kepada Tuhannya, Allah swt ia tidak yakin, ragu bahkan meninggalkan Nya. Kita lebih percaya judi, pelet, investasi bodong dari pada seruan Tuhan untuk tetap beribadah, istiqamah bersedekah dan seruan kebaikan lainnya Untuk Menjaga Kebersihan . Kebersihan apa saja. Kebersihan diri, ...

KITAB ADAB DAN KESOPANAN (31-40)

Kitab Adab dan Kesopanan Hadits ke-31 Nu'man Ibnu Basyir Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda -dan Nu'man memasukkan dia jarinya ke dalam kedua telinganya-: "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram pun jelas, dan di antara keduanya ada hal-hal yang syubhat yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa menjauhinya, maka ia telah membersihkan agamanya dan kehormatannya dan barangsiapa memasuki syubhat , ia telah memasuki keharaman, seperti halnya penggembala yang menggembala di sekitar batas (tanahnya), tidak lama ia akan jatuh ke dalamnya. Ingatlah bahwa setiap kepemilikan ada batasnya, dan ingatlah bahwa batas Allah ialah larangan-larangan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik seluruh tubuh akan baik jika ia rusak seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah dialah hati." Muttafaq Alaihi.  Hadits ke-32 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'a...

KITAB ADAB DAN KESOPANAN (71-80)

Kitab Adab dan Kesopanan Hadits ke-71 Dari Abu Bakar ash-Shiddiq Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang suka menipu, orang kikir, dan orang yang tidak bertanggungjawab terhadap apa yang dimilikinya." Riwayat Tirmidzi. Ia menjadikannya dua hadits dan dalam sanadnya ada kelemahan. Hadits ke-72 Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa mendengarkan pembicaraan suatu kaum, padahal mereka tidak suka hal itu didengar, pada hari kiamat kedua telinganya akan dituangi anuk -yakni:timah." Riwayat Bukhari. Hadits ke-73 Dari Anas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Berbahagialah orang yang tersibukkan dengan aibnya, sehingga ia tidak memperhatikan aib orang lain." Riwayat Al-Bazzar dengan sanad hasan. Hadits ke-74 Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ...