Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2017

Memaknai Toleransi

Sekitar tahun 2010an, ketika masih di Kemenko Perekonomian, kami kebagian tugas melakukan pengawasan penyaluran Kredit Usaha Rakyat di Sulawesi Utara. Kami pun mendatangi Bank BRI dan BSM di Manado. Ketika ngobrol sama Pimpinan Cabang BSM disana banyak hal yang diluar dugaan kami, yang kalau dibawa ke urusan SARA khususnya Agama dan Suku, kita akan terkejut akan hasilnya. Ternyata penyaluran KUR BSM saat itu cukup baik dan respon dari masyarakat Manado yang mayoritas Kristen itu sangat tinggi. Dengan model bagi hasil karena BSM bersifat syariah, ternyata tidak menjadi masalah bagi masyarakat sana untuk mengambil pembiayaan alias kredit istilah bank konvensionalnya. Dari sisi Agama dan Sukunya pun yaa memang dari Agama Kristen dan Suku asli sana, jadi bukan yang seperti kita bayangkan pasti debitur KUR nya muslim dan bukan orang manado, bukan saudara-saudara. Yang mengambil kredit atau pembiayaan dari KUR BSM Manado ya asli orang Manado yang notabene Kristen. Jadi menurut Pimcab BSM san...

Pengen Selamat, Ya Sholat

Kata-kata di atas, cukup sederhana, simpel sekali, namun untuk melaksanakannya sangat berat sekali. Terkadang banyak yang berkata "ah klise, kalo itu mah gue tau !". Kalau tau lalu kenapa ga dilaksanakan he he. Yaa.. bagi kita kalau mau sukses di dunia ini ya kudu kerja keras, belajar yang pinter, kerja di perusahaan bonafid, jadi pengusaha kaya raya, baru deh selamat, sukses di dunia. Lalu, akhiratnya? Baru ibadah. Jadi kudu sukses dulu di dunia, ntar untuk akhiratnya nanti kalau sudah pensiun, sudah sukses, baru bersosialisasi, baru belajar agama, baru beribadah untuk akhirat, gitu kan rumusnya yang umum. Padahal kunci sukses dunia akhirat itu gampang, sangat gampang sekali. Ibadah. Ya itu tok. Kejar akhiratnya maka dapatlah dunianya. Ibarat buy 1 get 1 free . Tugasnya Hanya Beribadah Al Quran telah menyatakan bahwa "Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56). Jadi kita, manusia ini diciptakan semata-mata ...